Museum Nasional Museum Terbesar Di Indonesia Yang Pertama Kali Dibangun Pada 1862

Museum Nasional Museum Terbesar Di Indonesia Yang Pertama Kali Dibangun Pada 1862

Gedung A Museum Nasional Indonesia (MNI) kebakaran pukul 20.00 WIB, Sabtu (16/9/2023) malam. Akibat kebakaran tersebut, museum yang memiliki nama lain Museum Gajah ini ditutup sementara untuk umum.

Museum Nasional adalah museum terbesar di Indonesia yang pertama kali dibangun pada 1862 dan dibuka perdana pada 1868. Museum yang terletak di Jalan Merdeka Barat No. 12, Jakarta Pusat ini menyimpan lebih dari 190 ribu koleksi bersejarah.

Lantas, bagaimana sejarah Museum Nasional sehingga dipanggil Museum Gajah? Ternyata jawabannya ada hubungannya dengan Kerajaan Siam di Thailand.

Museum Nasional atau Museum Gajah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Melansir dari laman resmi MNI, museum di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) ini diawali dengan berdirinya himpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG) oleh Pemerintah Belanda pada 24 April 1778. BG adalah lembaga yang berfokus pada penelitian bidang seni dan ilmu pengetahuan, khususnya bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi, dan sejarah.

Pendiri BG, JCM Radermacher, menyumbangkan rumah di Jalan Kalibesar, Jakarta dan koleksi benda budaya serta buku sebagai koleksi. Konon, rumah ini menjadi awal mula museum dan perpustakaan.

Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa pada 1811 hingga 1816, rumah di Kalibesar semakin penuh dengan koleksi bersejarah. Maka dari itu, Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles membangun gedung baru sebagai museum dan ruang pertemuan di Jalan Majapahit No. 3 dengan nama Societeit de Harmonie.

Beberapa tahun setelahnya, Societeit de Harmonie juga tidak mampu menampung jumlah koleksi milik BG yang terus bertambah. Melihat hal itu, pemerintah Belanda akhirnya membangun museum baru di Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 dan dibuka untuk umum pada 1868.

Awal mula disebut Museum Gajah

Museum ini langsung populer di kalangan masyarakat Jakarta dengan sebutan ‘Gedung Gajah’ atau ‘Museum Gajah’. Sebab, museum ini memiliki patung gajah perunggu yang diletakkan di halaman depan. Patung gajah tersebut adalah hadiah dari Raja Chulalongkorn dari Thailand ketika berkunjung pada 1871.

Menurut pemandu wisata Museum Nasional, Konon, Raja Thailand memberikan hadiah patung gajah karena terkesan dengan koleksi museum yang sangat indah. Saking terkesannya, ia membuat museum serupa di negaranya dan meletakkan patung gajah yang sama di halamannya.

Saat ini, Museum Nasional atau Museum Gajah menyimpan lebih dari 190 ribu benda bersejarah yang terdiri dari tujuh jenis koleksi, yakni Prasejarah, Arkeologi masa Klasik atau Hindu – Buddha, Numismatik dan Heraldik, Keramik, Etnografi, dan Geografi dan Sejarah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *