MDP

Museum Dan Perternakan

MDP

Rekomendasi 5 Daerah Dengan Populasi Kambing Terbanyak Di Kota Jawa Timur

Rekomendasi 5 Daerah Dengan Populasi Kambing Terbanyak Di Kota Jawa Timur

Sebentar lagi umat Islam di Indonesia akan merayakan Iduladha atau hari raya kurban. Pada momen tersebut, kebutuhan terhadap hewan ternak berupa sapi dan kambing biasanya meningkat drastis untuk kurban.

Kambing menjadi salah satu hewan banyak yang diternak oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Seperti dikutip dari henschelsindianmuseumandtroutfarm.com, ternak kambing adalah salah satu ternak ruminansia kecil yang memiliki manfaat yang sangat tinggi bagi manusia. Kambing dapat dimanfaatkan daging juga memiliki manfaat lainya mulai dari kulit, susu yang kayak manfaat bagi kesehatan, hingga fesesnya yang bagus untuk dijadikan pupuk organik. Selain, itu peliharaan kambing terbilang cukup sederhana dibandingkan dengan ternak lainya.

Salah satu daerah di Indonesia yang menghasilkan populasi kambing terbesar di Indonesia adalah Provinsi Jawa Timur. Melansir dari buku Statistik Indonesia 2023, Jawa Timur berada di urutan kedua yang memiliki populasi kambing terbanyak di Indonesia.

Berikut adalah daerah di Jawa Timur yang memiliki populasi ternak kambing terbanyak menurut data dari buku Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2023 yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

  1. Kabupaten Trenggalek

Daerah di Jawa Timur Situs Toto yang memiliki populasi kambing paling besar di posisi pertama adalah Kabupaten Trenggalek. Menurut catatan BPS, pada tahun 2022 populasi kambing di Kabupaten Trenggalek mencapai angka 447.649 ekor. Pada tahun sebelumnya Kabupaten Treggalek juga memiliki populasi kambing terbesar dengan jumlah mencapai angka 432.539 ekor.

Kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang menyumbangkan angka populasi kambing terbesar adalah Kecamatan Panggul. Selain itu di Desa Sumberbening, Kecamatan Doko, memiliki budidaya kambing Etawa atau Peranakan Etawa yaitu kambing jenis unggul. Hal tersebut tentunya memberikan dampak cukup besar bagi peternak Data Hk.

  1. Kabupaten Pacitan

Posisi kedua daerah yang memiliki populasi kambing terbesar di Jawa Timur adalah Kabupaten Pacitan. Daerah yang dikenal sebagai Kota 1001 Goa ini pada tahun 2022 memiliki populasi kambing mencapai angka 360.782 ekor. Pada tahun sebelumnya Kabupaten Pacitan juga menepati posisi kedua setelah Kabupaten Trenggalek dengan jumlah populasi kambing sebanyak 321.971 ekor. Diketahui bahwa jumlah tersebut mengalami peningkatan.

  1. Kabupaten Malang

Sedangkan urutan ketiga daerah yang memiliki populasi kambing paling besar di Jawa Timur adalah Kabupaten Malang. Pada tahun 2022, Kabupaten Malang tercatat memiliki populasi kambing mencapai angka 299.773 ekor. Jumlah tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 290.378 ekor. Pada tahun sebelumnya daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Apel Situs Toto ini juga mempati posisi ketiga setelah Kabupaten Pacitan.

Mengutip dari berbagai sumber, salah satu sentra peternakan terbesar di Kabupaten Malang berada di Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari. Desa Bangelan ini memiliki julukan kampung penghasil kambing terbesar. Dalam setiap bulannya mampu memproduksi susu kambing Etawa sebanyak 200 liter. Selain itu populasi kambing di desa ini bahkan melebihi populasi manusianya.

  1. Kabupaten Ponorogo

Kabupaten Ponorogo menempati posisi keempat daerah yang memiliki populasi kambing terbanyak di Jawa Timur. Jumlah populasi kambing di Kabupaten Ponorogo pada tahun 2022 mencapai angka 256.082 ekor. Jumlah tersebut dapat dikatakan meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 255.771 ekor. Pada tahun sebelumnya daerah yang terkenal dengan sebutan Kota Reog ini juga mempati posisi keempat setelah Kabupaten Pacitan. Kecamatan di Kabupaten Ponorogo yang menghasilkan kambing paling banyak berada di Kecamatan Sawoo.

  1. Kabupaten Tulungagung  

Kabupaten Tulungagung menempati posisi kelima daerah dengan populasi kambik terbanyak di Jawa Timur. Kabupaten Tulungagung pada tahun 2022 memiliki jumlah populasi kambing mencapai angka 214.754 ekor. Jumlah tersebut juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 209.955 ekor. Kabupaten Tulungagung juga berada pada posisi kelima di tahun sebelumnya setelah Kabupaten Ponorogo Scatter Hitam.

Kabupaten Tulungagung memiliki puluhan ribu peternak yang tersebar di seluruh kecamatanya. Setiap tahun, jumlah populasinya terus bertambah. Pemerintah Kabupten Tulungagug dalam meningkatkan populasi ternak kambing memberikan pelatihan untuk menghadapi masalah produksi dan meningkatkan pengetahuan juga keterampilan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan seluruh kelompok ternak kambing di Kabupaten Tulungagung.

Perusahaan Startup Di Indonesia Semakin Berkembang Dari Tahun Ke Tahun

Perusahaan Startup Di Indonesia Semakin Berkembang Dari Tahun Ke Tahun

Perusahaan startup di Indonesia semakin berkembang dari tahun ke tahun. Startup-nya pun bergerak di banyak bidang, termasuk salah satunya adalah startup peternakan.

Pernahkah kamu mende ngar startup yang bergerak di bidang perternakan? Mungkin hal ini terdengar belum familiar oleh kebanyakan orang.

Dunia pertanian dan peternakan di Indonesia patut diberikan fasilitas yang lebih berkualitas. Pasalnya, mereka dapat menunjang dari segi pangan bagi masyarakat.

Selain itu, bidang peternakan dan pertanian juga bisa menjadi aset yang bagus di Indonesia.

Menurut Daily Social, saat ini tak sedikit startup yang memfokuskan diri untuk mengembangkan sistem yang membantu tata kelola pertanian, peternakan, dan lainnya.

Untuk mengetahui lebih jelas, berikut Glints akan memberikan contoh startup peternakan yang ada di Indonesia beserta bagaimana cara kerjanya Situs Toto.

1. Kandang indonesia

startup peternakan

Kandang indonesia merupakan startup platform investasi peternakan yang sudah didukung oleh teknologi. Kandang.in sendiri beralamat di Jl. Naripan no.53, Kb. Pisang, Sumur Bandung, Jawa Barat.

Di startup peternakan ini, nantinya Slot Thailand kamu dapat berinvestasi peternakan dengan pembagian hasil yang menguntungkan.

Cara kerjanya sendiri cukup mudah. Kamu dapat berinvestasi kapan saja dan di mana saja melalui Kandang.in.

Investasi yang kamu lakukan adalah pembelian bibit ternak. Nantinya bibit ternak tersebut akan dititipkan kepada mitra peternak Kandang.in sendiri.

Nantinya, ternak yang sudah kamu bantu danai akan dibesarkan selama jangka waktu 4-6 bulan.

Selama masa program, biaya pakan dan operasional akan ditanggung oleh Kandang.in dan peternak.

Selanjutnya ketika hewan berhasil dijual di akhir masa program, maka kamu akan mendapatkan bagi hasil dari keuntungan bersih dengan besaran 50:50 antara investor dengan mitra peternak.

Dilansir dari Kompas, Kandang.in sendiri telah mengelola investasi sebesar kurang lebih Rp 5 miliar dengan membantu 100 peternak di seluruh daerah di Indonesia.

Gilang Kurniaji, CEO Kandang.in mengatakan dalam Kompas, bahwa pihaknya telah membantu mendanai peternak-peternak di berbagai sektor peternakan.

Hal itu meliputi penggemukan sapi, domba kurban, ayam kampung super, ayam petelur, budidaya gurami dan ikan koi, serta ayam broiler.

Kandang.in sendiri menggunakan aplikasi yang sudah tersedia di Play Store.

2. Angon.id

Angon adalah unique marketplace di mana kamu dapat jual beli dan beternak online sekaligus membantu menyejahterakan peternak di Indonesia.

Angon.id berlokasi di Semarang, tepatnya di Jl. Kawi Raya No.25, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Bentuk kerja sama yang ditawarkan oleh Angon.id sendiri sangat beragam, mulai dari menjadi member aplikasi Angon, mitra Kkaming SPR, mitra peternak rakyat dan mitra kerja sama untuk mengembangkan platform Angon.id.

Saat ini tercatat sudah ada sekitar kurang lebih 11 ribu hewan ternak yang diternakkan melalui perusahaan startup peternakan ini.

Untuk cara kerjanya, Angon.id sendiri dapat melalui aplikasi Angon yang sudah ada di Play Store.

Nantinya dalam aplikasi tersebut akan ada member mitra peternak. Member dengan bebas memilih ternak yang ingin dibeli.

Nantinya akan terjadi kesepakatan antara member dan mitra peternak dalam proses pengembangan hewan ternak. Setelah semuanya selesai, member dapat menjual ternak kepada pihak ketiga melalui aplikasi.

Angon sendiri sudah berbadan hukum dengan nama PT Angon Indonesia Mandiri. Namun, Angon tidak masuk kategori perlindungan OJK karena Angon tidak menyimpan dana member dalam jangka waktu tertentu.

3. Vestifarm.com

Vestifarm merupakan startup berupa platform Situs Toto online investasi peternakan dengan konsep patungan. Vestifarm berhasil memenangkan penghargaan sebagai The Best UKM Apps The NextDev Telkomsel pada tahun 2016.

Komoditas yang ditawarkan Vestifarm pun beragam. Tidak hanya dalam bidang peternakan saja, melainkan juga ada pertanian serta perikanan.

Komoditas andalan dari Vestifarm adalah penggemukan sapi potong. Dari komoditas tersebut, kamu bisa mendapatkan keuntungan budidaya sapi maksimal dalam waktu 4 bulan.

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi lewat Vestifarm, kamu hanya tinggal buka situsnya lalu lakukan pendaftaran. Nantinya kamu akan dituntun untuk mendanai proyek budidaya yang ada di Vestifarm.

Itu dia contoh startup peternakan yang ada di Indonesia. Semakin canggih teknologi, maka sistem pun dapat dilakukan dengan online, termasuk dalam bidang peternakan.

Krisis Terjadi Jutaan Sapi Perah Jatuh Sakit, Dan Harga Melonjak Diindia

Krisis Terjadi Jutaan Sapi Perah Jatuh Sakit, Dan Harga Melonjak Diindia

xr:d:DAFnPzUJ4fY:597,j:3345453435725689957,t:23100304

Subhash Gaikwad membuka video viral WhatsApp dan merasa takut dengan apa yang dilihatnya. Beberapa sapi di negara bagian Rajasthan, India, tergeletak mati di tanah, dengan luka merah di sekujur tubuh mereka. “Saya selalu berdoa agar penyakit ini tidak sampai ke desa kami,” kata petani berusia 36 tahun itu. 

Secara penyakit, Gaikwad artinya Penyakit Kulit Kental. Wabah terbaru ini telah menginfeksi lebih dari  3,2 juta  sapi di India selama periode 10 bulan, membunuh rata-rata sekitar 600 sapi dan kerbau per hari. Meskipun terdapat kerugian dan polusi iklim besar-besaran yang disebabkan oleh sektor ini, industri susu siap untuk memproduksi lebih banyak susu pada tahun ini. Peneliti Departemen Pertanian AS memperkirakan sektor susu India  akan menghasilkan 207 juta metrik ton  susu, yoghurt, ghee dan sejenisnya pada tahun ini.

Jutaan Sapi Perah Jatuh Sakit, dan Harga Melonjak

Dari tiga ekor sapi milik petani Sangeeta Yadav yang berusia 50 tahun, dua di antaranya mengidap Lumpy. Satu orang terinfeksi Lumpy dua kali, sekali pada tahun 2022 dan sekali lagi pada paruh pertama tahun 2023.

Penyakit Kulit Lumpy, atau LSD, adalah virus yang sangat menular. Penyakit ini menyerang sapi dan dapat disebarkan melalui serangga penghisap darah, seperti kutu, nyamuk, dan lalat. Pada sapi, gejalanya meliputi lesi kulit dan demam tinggi. Hewan ternak akan segera kehilangan nafsu makan, dan mengalami pembengkakan pada anggota badan dan alat kelamin.

Hanya dalam waktu dua bulan, penyakit Situs Toto tersebut berhasil mencapai peternakan Gaikwad di desa Jambhali di negara bagian Maharashtra, India. Sapi Jersey miliknya mula-mula berhenti makan, dan kemudian kakinya mulai membengkak. Dalam dua hari, demamnya mencapai 107 derajat Fahrenheit, dan bintil-bintil menyebar ke seluruh tubuhnya. Paru-parunya rusak, dan tak lama kemudian dia terengah-engah. Dari jauh, orang-orang bisa mendengar suara sapi itu menjerit, kata ibu Gaikwad yang berusia 65 tahun, Parvati. Seluruh keluarga patah hati. 

Gaikwad mengunjungi dokter baru setiap pagi, berharap dia dapat menemukan setidaknya satu dokter yang dapat membantu menyelamatkan sapi tersebut. Dia mencoba pengobatan dan perawatan yang tak terhitung jumlahnya. “Saya bahkan mengoleskan kunyit yang dicampur dengan minyak karanja,” katanya, mengacu pada minyak yang diperas dingin dan diekstraksi dari biji pohon pongam. Pada satu titik, dia begitu terlumuri minyak sehingga “sapi itu bersinar kuning,” katanya. Namun tidak ada satupun yang membantu, dan setelah satu bulan perawatan dan memberikan lebih dari 20.000 rupee, sapinya, sapi yang oleh keluarganya dipanggil Gouri, mati. “Kami bahkan tidak bisa melihatnya. Itu sangat menyakitkan,” katanya sambil berkaca-kaca. 

Peternakan Sapi Perah Memicu Emisi Iklim, Namun Terkena Dampak Perubahan Iklim

Wabah penyakit terbaru ini hanyalah salah satu dari banyak tantangan yang dihadapi sektor susu India di tengah iklim yang memanas dengan cepat. Musim panas tahun lalu merupakan salah satu musim  panas terpanas yang pernah tercatat di India , dengan lebih dari 90 persen negara tersebut diperkirakan akan menjadi rentan terhadap  zona bahaya panas ekstrem  dalam waktu dekat, menurut para peneliti dari Universitas Cambridge. Seiring dengan gelombang panas, negara ini juga mengalami lebih banyak  banjir , dan  lebih banyak sapi yang menderita dan mati akibat tekanan panas terkait iklim  karena tanaman pakan ternak sering tenggelam atau rusak selama cuaca ekstrem.

seekor sapi minum air -- Berdasarkan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) tahun 2020, Lumpy menyebabkan kerugian langsung sebesar $1,45 miliar pada ternak dan produksi di negara-negara Asia Selatan, Timur, dan Tenggara.

Namun peternakan sapi perah tidak hanya berisiko terkena perubahan iklim, namun juga merupakan salah satu penyebab utama polusi iklim. Meskipun emisinya tidak sekuat daging sapi, produksi susu menyumbang emisi metana dari sendawa dan kotoran ternak, serta penggunaan lahan dari penggembalaan ternak. Emisi dari peternakan daging dan susu terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir, baik di seluruh dunia maupun di India. Di seluruh dunia, emisi dari peternakan sapi perah meningkat sebesar 18 persen antara tahun 2005 dan 2015, menurut penelitian FAO, dan  emisi dari gabungan daging dan susu kini menyumbang sekitar 14 persen  dari seluruh emisi rumah kaca global – sebanyak 19 persen menurut beberapa perkiraan. 

Meskipun Ada Alternatif Nabati, Tidak Ada Tanda-Tanda Perlambatan Industri Produk Susu India

India kini menjadi  produsen susu global terbesar , dengan produksi meningkat lebih dari dua kali lipat selama dua dekade pertama abad ini. Impor dan ekspor juga meningkat pada tahun lalu. Menurut Hindustan Times,  impor susu melonjak lebih dari 1000 persen menjadi $4,77 miliar  antara tahun 2022 dan 2023, karena Penyakit Kulit Lumpy menghancurkan ratusan ribu sapi perah dan melonjaknya harga eceran. Sementara itu, ekspor ghee meningkat seiring melonjaknya permintaan global akan lemak mentega. Menteri Pemerintahan Amit Shah mendorong tren ini, dan mengatakan kepada para profesional industri susu pada bulan Maret bahwa  India harus berusaha menjadi salah satu eksportir susu terkemuka di dunia  . 

Namun India belum memiliki cukup dokter hewan untuk merawat ternak ketika terjadi wabah penyakit. Meskipun terdapat 535,78 juta hewan ternak di India, hanya terdapat sedikit lebih dari  73 ribu praktisi kedokteran hewan yang terdaftar , yang berarti ada sekitar satu dokter hewan untuk setiap tujuh ribu hewan ternak NANA4D.

Para peneliti iklim, seperti yang ada di IPCC dan World Resources Institute, terus mendesak  peralihan pola makan yang lebih luas ke lebih banyak protein nabati , terutama di wilayah utara, dimana penduduknya sudah lama mengonsumsi makanan hewani seperti daging sapi secara berlebihan. Namun dengan sedikit pengecualian seperti Jerman, konsumsi global menuju ke arah yang salah, dengan  asupan susu diperkirakan akan meningkat dalam dekade ini , meskipun dampak buruknya sangat besar terhadap planet ini. 

Di India, terdapat alternatif pengganti produk susu hewani, namun hal ini masih dalam tahap awal dan pasar nabati masih harus menempuh jalan yang panjang. Sektor ini hanya sebagian kecil dari sektor susu yang besar – yang bernilai $140 miliar di India, sementara pasar  susu nabati hanya bernilai $25 juta . Sektor ini mungkin mencapai  $63,9 juta pada tahun 2024  menurut Good Food Institute di India dan, meskipun  perubahan pola makan bisa jadi rumit , mungkin akan mencapai $63,9 juta jika harga bisa turun dan alternatif lain bisa menggantikan makanan pokok seperti ghee dan yogurt. 

Abstrak Sistem Peternakan Sapi Perah Dikenal Dapat Meningkatkan Penghidupan Diindia

Abstrak Sistem Peternakan Sapi Perah Dikenal Dapat Meningkatkan Penghidupan Diindia

Henschelsindianmuseumandtroutfarm.com – Abstrak Sistem peternakan sapi perah dikenal dapat meningkatkan penghidupan berkelanjutan bagi para peternak di daerah rawan kekeringan karena dianggap sebagai salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan, pengangguran, dan masalah terkait gizi terutama di daerah pedesaan yang rawan kekeringan. Sebagai bagian dari pola makan seimbang, susu dan produk susu dapat menjadi sumber penting energi, protein, dan lemak. Penelitian ini merupakan upaya untuk menganalisis sifat dan tingkat kontribusi peternakan sapi perah terhadap pendapatan, lapangan kerja dan ketahanan pangan rumah tangga petani pedesaan. Sejak itu, peternakan sapi perah dilakukan di pedesaan pertanian campuran yang didirikan di sebagian besar negara.

Perkenalan Meningkatnya konsumsi susu dan produk peternakan lainnya memberikan manfaat gizi yang penting bagi sebagian besar penduduk di negara-negara berkembang, meskipun jutaan orang di negara-negara berkembang masih tidak mampu membeli makanan dengan kualitas yang lebih baik karena tingginya biaya. Namun, pesatnya pertumbuhan produksi dan konsumsi produk peternakan juga menimbulkan risiko terhadap kesehatan manusia dan hewan, lingkungan hidup dan kelangsungan ekonomi banyak petani kecil yang miskin, namun juga menawarkan peluang bagi industri susu skala kecil dan menengah. Peternakan sapi perah komersial dan skala kecil di India tidak diragukan lagi memainkan peran penting dalam total produksi susu dan perekonomian negara kita. Dan hampir seluruh wilayah di India cocok untuk memulai bisnis peternakan sapi perah. Sebagian besar peternak sapi perah di India beternak hewan dengan metode tradisional skala kecil. Mereka tidak mengetahui metode peternakan modern dan teknik peternakan sapi perah yang lebih baik. Akibatnya, beberapa petani justru kehilangan investasinya dan bukannya mendapatkan keuntungan. Rencana bisnis yang tepat, pengelolaan dan perawatan yang baik dapat menjamin produksi dan keuntungan maksimal dari usaha peternakan sapi perah.

India memiliki sumber daya peternakan yang sangat besar, yang memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dan juga dalam pembangunan sosio-ekonomi jutaan rumah tangga di pedesaan. Hal ini tercermin dari fakta bahwa negara ini memiliki 57% populasi kerbau dunia dan 16% populasi sapi dunia (Sensus Peternakan, Pemerintah Indonesia, 2007). Sektor susu India menyumbang sebagian besar (27%) terhadap produk domestik bruto pertanian . Kontribusi sektor pertanian dan peternakan terhadap PDB nasional masing-masing sekitar 15,3% dan 3,6% (Badan Pusat Statistik Pemerintah, 2012). Diperkirakan hampir 150 juta rumah tangga peternak, yaitu lebih dari 750 juta orang, terlibat dalam produksi susu di seluruh dunia, sebagian besar berada di negara berkembang seperti India Hemme & Otte. 1 Peternakan memainkan peranan penting di daerah rawan kekeringan, khususnya peternakan sapi perah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 65 persen masyarakat miskin pedesaan memiliki ternak untuk mendapatkan penghasilan dan asuransi kekeringan di daerah tropis semi-kering di India (Walker dan Rayan, 1990).

Menurut Nagaratna dkk. 2 Studi ini dengan jelas menunjukkan bahwa terdapat penurunan besar dalam pendapatan tahunan para responden selama tahun kekeringan, karena pengurangan pendapatan dari peternakan lebih kecil dibandingkan dengan tanaman pangan sehingga mengurangi variasi curah hujan dan iklim lainnya. Sektor peternakan khususnya peternakan sapi perah mempunyai potensi besar dalam menyediakan pendapatan dan lapangan kerja terutama di daerah rawan kekeringan karena sektor ini padat karya dan lapangan kerja yang dihasilkan relatif tinggi (Rangnekar, 2004). Peternakan sapi perah di India adalah pekerjaan petani kecil. Lebih dari 60 persen dari hampir 11 juta anggota petani di sekitar 100.000 koperasi susu desa di seluruh negeri adalah produsen kecil, marginal, dan bahkan tidak memiliki lahan. Peternakan sapi perah tidak berarti hanya memproduksi susu yang menjadikan India sebagai produsen susu terbesar di dunia. Peternakan sapi perah telah memberikan penghidupan bagi jutaan masyarakat termiskin di negara kita dan bagi banyak orang, peternakan sapi perah merupakan satu-satunya sumber penghidupan yang menghasilkan uang, dua kali sehari setiap hari sepanjang tahun.

Di India, seperti halnya di banyak negara berkembang lainnya, distribusi ternak di kalangan masyarakat termiskin jauh lebih adil dibandingkan distribusi tanah. Oleh karena itu, peternakan memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung dan mempertahankan penghidupan sejumlah besar masyarakat miskin. Peternakan seringkali menjadi satu-satunya pilihan mata pencaharian yang tersedia bagi mereka yang tidak memiliki tanah karena sumber daya milik bersama semakin banyak diambil alih oleh individu untuk kepentingan pribadi Patel. 3 Peternakan sapi perah merupakan bagian penting dari perekonomian pertanian India. Di tingkat nasional, sekitar 17% dari total nilai output pertanian berasal dari sektor ini, sehingga menempatkan sektor susu India pada peringkat pertama, diikuti oleh beras (14,4%) dan gandum (8,7%) pada tahun 1998-99 (CSO, 2001 ). Dari kekurangan yang kronis, India kini menjadi produsen susu terbesar di dunia, dengan perkiraan produksi sekitar 81 juta ton pada tahun 2001. Perusahaan susu dianggap sebagai “harta” perekonomian India, khususnya untuk sistem pedesaan. Pertanian menyediakan nutrisi, tenaga hewan, pupuk organik, lapangan kerja tambahan, pendapatan tunai, dan ‘bantalan’ untuk ‘anti kekeringan’ di India (Patel 1993; Paroda 1998).

Sektor ini melibatkan jutaan petani yang miskin sumber daya, dimana kepemilikan hewan menjamin penghidupan yang penting, pertanian berkelanjutan, dan stabilitas ekonomi. Peternakan sapi perah dalam beberapa dekade terakhir telah dianggap sebagai komponen penting dalam diversifikasi pertanian India, di mana pertanian tanaman pangan dilanda stagnasi pertumbuhan dan rendahnya penyerapan tenaga kerja pertanian tidak terampil. Untuk meringankan masalah pengangguran/setengah pengangguran dan menjaga ketenangan dalam negeri, diversifikasi produksi tanaman ke usaha non-tanaman seperti peternakan sapi perah merupakan hal yang sangat penting (Pandey 2000; Alagh 2002). Pada tingkat makro, produk domestik bruto (PDB) dari peternakan diperkirakan sekitar Rs. 98.421 crore (harga berlaku), memberikan kontribusi sekitar 22% terhadap produk domestik bruto (PDB) pertanian dan sekitar 5,5% terhadap PDB nasional (CSO, 2001). Di antara berbagai produk peternakan, susu merupakan penyumbang terbesar (67%) dalam nilai keluaran sektor peternakan dan merupakan satu-satunya komoditas terbesar yang memberikan kontribusi terhadap nilai keluaran pertanian. Namun, kontribusi peternakan sapi perah terhadap pendapatan, lapangan kerja dan ketahanan pangan rumah tangga petani pedesaan di India belum dieksplorasi secara empiris.

Promosi peternakan sapi perah sering kali dibenarkan oleh asumsi bahwa rumah tangga yang mengadopsi akan mengonsumsi lebih banyak susu; menghasilkan lapangan kerja dan pendapatan tunai yang lebih banyak. Susu merupakan sumber energi dan protein yang signifikan, termasuk banyak asam amino esensial yang tidak terdapat dalam pola makan berbasis karbohidrat Huss Ashmore. 4 Susu juga mengandung banyak zat gizi mikro penting, seperti Vitamin A dan D. Oleh karena itu, peningkatan konsumsi susu diasumsikan akan meningkatkan hasil gizi rumah tangga. Selain itu, jika produksi susu meningkatkan pendapatan, rumah tangga yang memiliki ternak sapi perah mampu membeli lebih banyak pangan dan variasi pangan yang lebih beragam. ‘Efek pendapatan’ ini diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan status gizi rumah tangga di wilayah tersebut. Menurut Karmakar dan Banerjee (2006) peternakan sapi perah dianggap sebagai salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan pengangguran terutama di daerah pedesaan di daerah tadah hujan dan rawan kekeringan.

Karena pekerjaan ini dianggap sebagai pekerjaan sampingan bagi sekitar 69 persen komunitas petani India. Hal ini menyumbang hampir sepertiga pendapatan kotor rumah tangga pedesaan dan bagi mereka yang tidak memiliki tanah, hampir setengah dari pendapatan kotor mereka. Diperkirakan terdapat 70 juta rumah tangga hewan perah di pedesaan dimana sekitar 75 persennya adalah petani yang tidak memiliki lahan, marginal atau kecil. Sebagian besar rumah tangga pemilik sapi perah di pedesaan hanya memiliki satu hingga tiga ekor hewan dan diperkirakan hanya sekitar 15 persen rumah tangga yang memiliki lebih dari 4 ekor sapi perah (Sensus Peternakan, Pemerintah Indonesia, 2007). Peternakan sapi perah mempunyai relevansi yang lebih besar dalam memberikan ketahanan terhadap kekeringan dan memastikan pendapatan dan lapangan kerja serta keamanan nutrisi untuk penghidupan pedesaan yang berkelanjutan. 5 , 6 Peningkatan produksi ternak merupakan hal yang penting untuk meningkatkan pendapatan petani kecil dan marjinal serta buruh yang tidak memiliki lahan, mengingat ketidakpastian produksi tanaman. Sektor ini memerlukan perhatian yang terfokus terutama di daerah rawan kekeringan dimana terdapat kebutuhan yang lebih besar untuk menambah pendapatan para petani.

7–9 Kesimpulan Peternakan sapi perah memberikan kontribusi positif dan signifikan terhadap pendapatan dan lapangan kerja rumah tangga petani pedesaan, terutama petani marginal dan miskin, sehingga memberikan mereka penghidupan dan penghidupan. Peternakan sapi perah membantu pemerataan pendapatan dan lapangan kerja di antara rumah tangga petani pedesaan, sehingga mengurangi kesenjangan dalam kepemilikan sumber daya oleh masyarakat pedesaan. Peternakan sapi perah membantu meningkatkan tingkat gizi dan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga petani pedesaan, terutama kelompok marginal dan masyarakat pedesaan yang terpinggirkan. Saran Promosi peternakan sapi perah sebagai usaha yang layak di daerah pedesaan terpencil dapat meningkatkan pendapatan pedesaan dan lapangan kerja secara signifikan. Hal ini dapat membantu menghilangkan kemiskinan, pengangguran dan kekerasan yang terjadi di daerah pedesaan di negara ini. Populasi sasaran skema promosi produk susu sebaiknya adalah para peternak marjinal dan miskin yang umumnya lebih bergantung dan terlibat secara intensif dalam bisnis ini. Promosi produk susu di kalangan petani marjinal dan tidak memiliki lahan tidak hanya akan meningkatkan sumber pendapatan dan lapangan kerja mereka tetapi juga memberikan mereka keamanan terhadap kekeringan, penyakit dan kelaparan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel Penulis : Dwi Rachmawati Editor : Leo Dwi Jatmiko Topik impor sapi sapi peternakan sapi india indonesia Share Konten Premium Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan LOGIN untuk menikmati artikel Konten Premium. Premium 22 jam yang lalu CPIN dan Prospek Jangka Pendek serta Jangka Panjangnya Premium 1 hari yang lalu JP Morgan, Blackrock dan Nama Baru yang Rajin Serok Saham BRIS Artikel Premium Lainnya ARTIKEL TERKAIT Ratusan Sapi Impor Asal Australia Mati, Badan Karantina Buka Suara Ratusan Sapi Impor Mati, Bagaimana Stok Daging Jelang Lebaran? Terkuak, Ini Biang Kerok Realisasi Impor Daging Sapi di 2023 Anjlok 36 Sapi di Sampang Kedapatan Terjangkit Lumpy Skin Disease Tantangan Swasembada Daging, Tingkat Kematian Pedet Perlu Ditekan Pemkab Sumedang Optimalkan Inseminasi Buatan untuk Perbanyak Populasi Ternak Menilik Program Makan Siang Gratis di China dan India yang Dilirik Prabowo-Gibran Batu Bara dan Kode dari Dua Konsumen Terbesar di Dunia BERITA LAINNYA Film Badarawuhi di Desa Penari Tayang Perdana di Amerika Serikat Prediksi Crsytal Palace vs Man City Liga Inggris: Pep Guardiola Simpan Erling Haaland untuk Hadapi Real Madrid Liga Champions Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak, Cek di Sini! Pengunjung Mal di Solo Meningkat.

Manajemen Siapkan Antisipasi Kantong Parkir Sepekan Berjalan, Acara Ringin Jongke Ber-Ramadan Sondakan Sepi Pengunjung IHGMA Jawa Tengah Gelar Rakor di Solo Bahas Perkembangan Pariwisata BERITA TERBARU Infrastruktur 12 menit yang lalu Tol Bocimi Tetap Beroperasi saat Mudik Lebaran Meski Sempat Longsor Ekonomi 57 menit yang lalu Prospek Perputaran Ekonomi Daerah Dampak Arus Mudik Lebaran 2024 Transportasi & Logistik 1 jam yang lalu Bank Mandiri Berangkatkan 459 Pemudik Hari Ini di GBK Infrastruktur 1 jam yang lalu JELAJAH LEBARAN 2024: H-4 Lebaran, Lalin Menuju Pelabuhan Merak Macet hingga 10 Km Jasa & Niaga 1 jam yang lalu H-4 Lebaran: Harga Beras, Cabai, Bawang hingga Minyak Goreng Turun Berita Lainnya Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro TERPOPULER 1 Viral, Kru Mudik Gratis Alfamart Minta Uang ke Penumpang! Begini Modusnya 2 Lengkap, Ini Jadwal Ganjil Genap Mudik Lebaran 2024 Dimulai Jumat 5 April 3 Jadwal Ganjil Genap Mudik Lebaran 2024, Ini Daftar Jalan Tol yang Terkena 4 Gojek Swadaya Sediakan Ragam Program Kebaikan di Bulan Ramadan 5 KCIC Tunggu Setoran Modal China Bulan Ini.

Tutup Biaya Bengkak Kereta Cepat Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro # HOT TOPIC Sidang Sengketa Pilpres 2024 Mudik Lebaran 2024 Skandal Korupsi PT Timah Prabowo Gibran Hasil rekapitulasi Pilpres 2024 Krisis Pangan Nasional Hak Angket Reshuffle Kabinet Hasil Real Count KPU Quick Count Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro REKOMENDASI KAMI Kebijakan Bea Cukai 5 Negara yang Sering Dikunjungi Warga RI: Singapura hingga Arab Saudi Industri Tekstil Babak Belur, Aturan Pengetatan Impor Jadi Angin Segar Langkah Pengelola Tokopedia Hingga Bukalapak Halau Produk Impor Ilegal di Platform Ini Strategi Astra Otoparts (AUTO) Raup Cuan dari Mudik Lebaran DPR Cecar Menteri Bahlil Soal Tambang, Minta Pemberantasan Mafia Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro Penyidik Kejagung Dalami Dugaan Aliran Dana Harvey Moeis ke Sandra Dewi 04 April 2024 FOTO 4+ Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro TERPOPULER 1 Viral.

Kru Mudik Gratis Alfamart Minta Uang ke Penumpang! Begini Modusnya 2 Lengkap, Ini Jadwal Ganjil Genap Mudik Lebaran 2024 Dimulai Jumat 5 April 3 Jadwal Ganjil Genap Mudik Lebaran 2024, Ini Daftar Jalan Tol yang Terkena 4 Gojek Swadaya Sediakan Ragam Program Kebaikan di Bulan Ramadan 5 KCIC Tunggu Setoran Modal China Bulan Ini, Tutup Biaya Bengkak Kereta Cepat Connect With Us Copyright © 2024 – Bisnis Indonesia – 211 BIG MEDIA Bisnis.com BisnisIndonesia.id BisnisMuda.id HypeAbis.id Context.id DataIndonesia.id Solopos.com HarianJogja.com BIG SERVICES Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Konten Premium Bisnis Plus Bisnis TV BroadCast REGIONAL Jakarta Bandung Banten Semarang Bali Sumatra Surabaya Kalimantan Sulawesi Papua INFORMASI Tentang Kami Info Iklan Kebijakan Privasi Kode Etik Kontak Kami Karir To top

Peternakan Dan Produk Tahunan Diindia

Peternakan Dan Produk Tahunan Diindia

Henschelsindianmuseumandtroutfarm.com – Inventaris ternak sapi nasional India pada tahun pemasaran (MY) 2023 (Januari-Desember) diperkirakan sedikit lebih tinggi yaitu sebesar 307,4 juta ekor. Produksi carabeef (daging yang berasal dari kerbau domestik Asia) dan daging sapi India pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 4,42 juta metrik ton (MMT), meningkat dua persen dari perkiraan tahun ini seiring dengan berlanjutnya kebijakan pembatasan terhadap penyembelihan hewan jenis sapi. Ekspor daging sapi dan daging sapi untuk tahun 2023 diperkirakan sebesar 1,48 MMT, sebagian besar tidak berubah dari tahun sebelumnya karena permintaan dari pasar Asia Selatan terus berada di bawah tekanan. Catatan: produksi dan perdagangan daging sapi dan daging sapi dilaporkan dalam setara berat karkas (

Memang Luar Biasa, Peternakan Sapi Keluarga Mengubah Pedesaan Di India

Dengan penggunaan program berbasis cloud, ribuan peternakan kecil milik keluarga di India bagian barat kini menjadi bisnis yang berkembang pesat — beberapa di antaranya berukuran tiga kali lipat.

SMS-1024x683Program tersebut, yang disebut Cows to Cloud, menggunakan komputasi awan untuk memberi tahu ribuan keluarga petani di seluruh negara bagian Maharashtra tentang kesehatan dan potensi pembiakan sapi mereka. Teknologi Situs Toto ini membantu meningkatkan kesejahteraan sapi dan kualitas produk susu, yang pada gilirannya membantu meningkatkan keuangan para peternak dan meningkatkan pendidikan anak-anak mereka.

Transformasi ini muncul dari penggunaan teknologi yang kreatif dan inovatif oleh peternakan sapi perah lokal, yang operatornya percaya bahwa menciptakan peluang bagi para peternak di sekitar mereka akan memperkuat struktur perusahaan mereka dan seluruh India.

Peternakan yang terletak di kota kecil Palus ini adalah rumah bagi Vishwas Chitale. 1.000 ekor sapi perahnya setiap hari menghasilkan ribuan liter susu, yang dikemas dan diformulasi ulang menjadi produk untuk bahan makanan lokal yang memberi makan puluhan ribu penduduk negara bagian. Namun sapi-sapi yang dipelihara di fasilitas perusahaan tersebut hanyalah sebagian kecil dari hampir 200.000 sapi yang dikelola dari jarak jauh di seluruh negara bagian, yang semuanya dimiliki dan dirawat oleh keluarga peternak.

Bisnis di seluruh negara bagian, di mana Chitale menjabat sebagai CEO dan chief technology officer, adalah fondasi pasar produk susu di Maharashtra. Hanya dalam dua generasi, perusahaan ini telah berkembang dari perusahaan sederhana menjadi perusahaan susu terbesar di India.

Keluarga tersebut mendirikan perusahaan dengan moto tidak resmi “Berikan kembali kepada komunitas apa yang Anda peroleh.” Sesuai dengan motonya, perusahaan berkontribusi secara finansial terhadap kesejahteraan masyarakat, mendukung sekolah dan infrastruktur setempat. Yang mendasari transformasi peluang ekonomi bagi masyarakat lokal adalah peningkatan kesehatan dan produktivitas sapi.

Chitale menjelaskan bahwa, secara tradisional, peternak sapi perah hanya mengelola ternak kecil di lahan mereka dan memiliki sedikit akses terhadap perawatan hewan. Hal ini mengakibatkan rendahnya produksi susu, kualitas susu yang rendah, dan pembiakan yang buruk. Jika kesehatan hewan dapat ditingkatkan, peternak dapat menghasilkan lebih banyak susu dengan kualitas lebih tinggi di lahan yang lebih sedikit yang seharusnya digunakan untuk penggembalaan. Menggunakan lebih sedikit lahan untuk penggembalaan memungkinkan lebih banyak lahan untuk bercocok tanam.

Menghasilkan lebih banyak uang memungkinkan keluarga membayar lebih banyak untuk pendidikan anak-anak mereka, yang membuka banyak kemungkinan bagi generasi baru NANA4D.

Bertani Lebih Baik Melalui SMS

Perusahaan dan banyak petani yang dilayaninya telah berhasil dengan memikirkan teknologi dengan cara yang berbeda dari apa yang dipikirkan oleh rekan-rekan industri.ponsel-1024x640

Ini dimulai satu generasi yang lalu dengan ayah Chitale. Sebagai pengguna awal teknologi pada tahun 1980an, ia memelopori penggunaan sistem komputerisasi untuk membantu memperluas pertanian. Chitale ingat melihat perubahannya segera.

Teknologi meningkatkan keandalan peralatan, memungkinkan diperolehnya wawasan dari tahun ke tahun tentang sapi-sapi paling produktif, dan memungkinkan perusahaan susu memberi penghargaan kepada para peternak yang berproduksi tinggi. Chitale Dairy memiliki teknologi yang terintegrasi di setiap bagian bisnisnya, termasuk perawatan hewan, keuangan, dan pengemasan. Mereka memperluas layanan ke cloud, di mana para peternak dapat mengakses data yang dapat membantu mereka menjalankan peternakan sapi perah mereka dengan lebih efisien.

Ujung tombaknya adalah pesan teks yang sederhana namun kuat, yang didukung oleh program “Sapi ke Awan”. Melalui program ini, Chitale mengirimkan pesan SMS kepada individu peternak di jaringan 10.000 peternak mengenai status kesehatan dan pembiakan sapi mereka. Program ini berjalan pada jaringan seluler yang kuat di negara tersebut.

Untuk menghubungkan sapi ke cloud, tag RFID dipasang pada lebih dari 50.000 hewan yang hidup di “peternakan satelit”. Label ini memungkinkan peternak mengidentifikasi sapi dengan berbagai cara – melalui RFID atau nomor seri – dan dengan mudah memantau kesehatan, kebutuhan nutrisi produksi susu, dan sebagainya. Dengan menggunakan server terpusat dan teknologi VMware untuk virtualisasi, tim dokter hewan Chitale dapat menafsirkan data.

“Ini sangat hemat biaya dan mudah,” kata Chitale. “Setiap petani memiliki ponsel untuk menerima pesan SMS. Dan mereka juga dapat menghubungi pusat panggilan kami melalui telepon atau SMS jika ada pertanyaan.”

Chitale juga menyediakan perawatan hewan gratis, akses terhadap layanan pembiakan berkualitas tinggi yang meningkatkan kualitas ternak, dan akses terhadap keahlian – yang semuanya membantu memenuhi tujuan perusahaan dalam mendukung peternak di setiap kesempatan.

Dengan berkurangnya lahan yang dibutuhkan untuk penggembalaan, para petani dapat memanfaatkan program Fields to Farms. Program ini, yang merupakan inisiatif Chitale lainnya, membantu petani belajar menanam tanaman komersial untuk dijual ke dalam sistem distribusi koperasi, sehingga meningkatkan pendapatan.

Komponen pendidikan sangat penting, dan perusahaan susu menawarkan kelas gratis bagi semua peternak dan karyawannya. Chitale mengatakan tujuannya adalah untuk menginspirasi para wirausahawan dan membekali mereka dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk membangun kesejahteraan bagi keluarga dan komunitas mereka.

Membayangkan Kemungkinannya

Di luar tembok Chitale Dairy, dampak bisnis ini terlihat jelas. Upaya yang dilakukan perusahaan susu adalah meningkatkan perekonomian lokal, meningkatkan kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas produk susu dan meningkatkan prospek kerja bagi penduduk pedesaan.

Para peternak sapi perah skala kecil memanfaatkan peluang yang diciptakan oleh Chitale Dairy – dan teknologi yang digunakannya – untuk memikirkan kembali pertanian subsisten yang telah lama ada dan menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan.

Chitale mengatakan dia bangga dengan dampak yang dihasilkan bisnisnya, namun Chitale telah mengarahkan perhatiannya pada tujuan lain. Dalam jangka panjang, praktik pertanian efisien yang ia promosikan akan membutuhkan lebih sedikit sapi, sehingga mengurangi jumlah areal yang dibutuhkan untuk bertani.

“Jika kita mampu mengurangi populasi hewan sebanyak 10 kali lipat, maka ketergantungan terhadap lahan akan sangat berkurang,” katanya. “Ini akan membantu kita menghasilkan India yang lebih hijau.”

Tautan Terkait :

Chennai Telah Menjadi Peternakan Hewan Yang Ilegal Di India, Ini Penjelasannya

Chennai Telah Menjadi Peternakan Hewan Yang Ilegal Di India, Ini Penjelasannya

Henschelsindianmuseumandtroutfarm.com – Saat ini pukul 00.01 malam di bulan November tahun 2022. Penumpang Thai Airways Penerbangan TG 0337 dari Bangkok menunggu bagasi mereka di bandara internasional Chennai. Sebuah tas bau menarik perhatian petugas bea cukai, yang membukanya dan menemukan empat monyet marmoset yang dibius di dalamnya. Ribuan hewan eksotik tersebut mencapai pantai India untuk dijual ke pasar gelap di Red Hills, Pallavaram, Broadway, dan Kolathur di Chennai. Meskipun perdagangan spesies tersebut ilegal, begitu hewan tersebut beredar di pasar, maka hukumnya akan menjadi ompong.
Meskipun tidak ada catatan transaksi resmi, perhitungan TOI berdasarkan masukan dari pedagang dan pejabat menunjukkan perdagangan hewan peliharaan eksotis di Chennai bisa bernilai Rs 1.000 crore. Terhubung dengan baik ke Timur Jauh, kota metropolitan di bagian selatan ini telah muncul sebagai pusat pasar abu-abu ini.
Dijual tepat di bawah pengawasan hukum
Di pasar Jumat Pallavaram, hanya beberapa kilometer dari bandara Chennai, hewan-hewan eksotik bernilai lebih dari Rs 10 lakh dijual dalam sehari. Di Broadway, pada hari Minggu saja, satwa liar bernilai setidaknya Rs 10 lakh dijual. Dan enam peternakan di Chennai memelihara satwa liar eksotik yang masing-masing bernilai setidaknya Rs 100 crore.
Sepasang macaw berharga hingga Rs 15 lakh, dan sepasang kakatua hingga Rs 5 lakh di pasar yang beroperasi secara terbuka di Red Hills, Kolathur, Pallavaram, dan Broadway. Daftarnya terus berlanjut. Anda dapat membeli monyet De Brazza seharga Rs 8 lakh hingga Rs 10 lakh, seekor marmoset seharga Rs 4 lakh hingga Rs 10 lakh, seekor tamarin (monyet seukuran tupai) seharga Rs 2 lakh hingga Rs 6 lakh, seekor iguana seharga Rs 1 lakh dan caiman berkacamata seharga Rs 2 lakh.

Chennai telah menjadi peternakan hewan ilegal di India (1)

Srinivas Reddy, penjaga satwa liar di Tamil Nadu, mengatakan Undang-Undang Perlindungan Satwa Liar telah diamandemen, namun pejabat seperti dia masih menunggu pedoman. Tanpa pedoman baru, tindakan hukum maksimum adalah denda sebesar Rs 50 berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan, katanya.

Keledai mudah ditemukan di Asia Tenggara
Petugas bea cukai mengatakan bau urin hewanlah yang selalu mengingatkan mereka akan satwa liar eksotik di bagasi penumpang dari Thailand, Malaysia, dan Sri Lanka. Shanthi Pillai, inspektur Biro Pengendalian Kejahatan Satwa Liar di negara bagian tersebut, mengatakan penyelundupan telah berkembang pesat selama bertahun-tahun. “Saat saya bergabung dengan departemen ini pada tahun 2013, panggilan pertama yang saya dapatkan adalah tentang ikan akuarium. Berikutnya adalah sekitar enam ular. Sekarang frekuensi panggilan telepon dan jumlah spesies telah meningkat,” katanya. Baru-baru ini, dia menyita 300 reptil, termasuk 200 ular, dari seorang penumpang dari Bangkok.
Semuanya dimulai dengan ‘pembawa satwa liar’ yang mirip dengan bagal narkoba. Banyak dari mereka adalah warga Thailand, Malaysia, dan Sri Lanka. Mereka membawa hewan-hewan tersebut dari Bangkok, tempat mereka dibiakkan setelah diambil dari seluruh dunia. Beberapa dari mereka adalah buruh dari distrik Tamil Nadu bagian selatan yang membutuhkan uang cepat. Dalam satu kiriman yang ditangkap pada Oktober 2022, berhasil disita 162 ekor ular piton, 198 ekor penyu albino kuping merah, 7 ekor biawak, dan 53 ekor ular jagung. Pada bulan Agustus tahun yang sama, enam ekor monyet dan lebih dari 150 iguana disita. “Suatu ketika, kami memergoki seorang insinyur muda yang bekerja sebagai operator perusahaan e-commerce. Mereka mendapat Rs 10.000 ditambah tiket dan biaya,” kata Pillai.
Mereka juga membiakkan hewan.
Tapi yang lebih mengkhawatirkan adalah penangkaran semua jenis satwa liar dalam skala besar tanpa pengawasan. Hal ini meningkatkan risiko penyebaran penyakit zoonosis dan hilangnya fauna lokal oleh spesies eksotik. “Sekarang banyak yang melakukan pembiakan genetik, menciptakan spesies baru tanpa memahami risiko ekologisnya,” kata E Prashant, Penjaga Margasatwa Chennai.
Di Chennai, hampir dua lusin peternakan berfungsi seperti pabrik, dengan infrastruktur canggih, di East Coast Road dan di Tambaram dan Koyambedu. Mereka menghasilkan jutaan hewan peliharaan eksotik setiap tahunnya. Kota-kota tingkat 2 di negara bagian ini juga tidak ketinggalan, dengan peternakan mereka sendiri untuk sugar glider, meerkat, semua jenis monyet, burung, dan reptil, termasuk buaya dari Amerika Utara dan Brasil. Para aktivis mengatakan undang-undang harus memastikan hewan-hewan ini tidak dibiarkan liar. Hukuman yang lebih berat juga harus diterapkan bagi mereka yang kedapatan memiliki satwa liar eksotik secara ilegal

India Produsen Dan Konsumen Susu Terbesar Di Dunia

India Produsen Dan Konsumen Susu Terbesar Di Dunia
Henschelsindianmuseumandtroutfarm.com – India, produsen dan konsumen susu terbesar di dunia, mengalami lonjakan harga susu karena kekurangan pakan ternak. Sebuah stasiun pakan ternak yang beroperasi dengan energi surya dan air yang terbatas berupaya untuk memitigasi krisis ini.

Purkha Ram Pawar, 43, menghadapi tantangan dalam menyediakan pakan yang cukup untuk ternaknya di desa Berasar, yang terletak di distrik Bikaner di Rajasthan, sebuah negara bagian di India utara. Terletak di jantung gurun Thar, lahan pertaniannya hanya menghasilkan sedikit pakan ternak, yang juga terkontaminasi bahan kimia pertanian, sehingga sering menyebabkan penyakit pada 10 ekor sapi dan seekor banteng miliknya.

Situasi semakin memburuk ketika hujan monsun surut dan Kanal Indira Gandhi, saluran air terpanjang di India yang memasok air ke tujuh distrik di Rajasthan, termasuk Bikaner, ditutup selama beberapa bulan setiap tahunnya. Penutupan ini membuat hewan-hewan tersebut memiliki sedikit atau bahkan tidak ada akses sama sekali terhadap pakan hijauan.

“Ternak saya biasanya kurus selama berhari-hari, sehingga saya harus mengeluarkan biaya lebih dari ₹2000 (USD 24) untuk pengobatannya,” Pawar, yang mencari nafkah dengan berternak dan menanam gandum serta kacang-kacangan, mengatakan kepada FairPlanet. “Tentu saja, sapi-sapi tersebut hampir tidak menghasilkan susu selama masa sakitnya.”

Pada tahun lalu, India, yang dikenal sebagai produsen dan konsumen susu terbesar di dunia, mengalami kenaikan harga susu secara signifikan sebesar lebih dari 15 persen. Peningkatan ini terjadi pada tingkat tercepat dalam satu dekade dan terutama disebabkan oleh lonjakan harga sereal, yang merupakan komponen utama pakan ternak. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan dalam peternakan sapi perah, khususnya untuk memperoleh pakan ternak, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap rendahnya hasil susu.

Data terbaru menunjukkan bahwa India saat ini sedang bergulat dengan kekurangan pasokan pakan ternak penting. Kekurangan tersebut mencapai 23,4 persen pada pakan kering, 11,24 persen pada pakan hijauan, dan 28,9 persen pada konsentrat.

“Terdapat defisit besar dalam pakan hijauan di India karena tidak memadainya lahan subur,” K Giridhar, ilmuwan utama di ICAR-Institut Nasional Nutrisi dan Fisiologi Hewan, mengatakan kepada FairPlanet. “Selain itu, perubahan iklim yang cepat mengakibatkan keringnya fasilitas irigasi, mempersulit penanaman pakan hijauan dan mempengaruhi kesehatan dan hasil ternak.”

PAKAN TERNAK MUDAH DIDAPAT

Peternakan hewan Pawar telah mengalami kemajuan yang signifikan selama lebih dari enam bulan sejak ia memasang stasiun pakan ternak dalam ruangan yang disediakan oleh Hydrogreens Agri Solutions , sebuah perusahaan yang berbasis di Bangalore. Sejak dipasang pada bulan Januari, sistem inovatif ini memungkinkan Pawar mengolah hijauan segar dan bergizi untuk ternaknya langsung di rumahnya.

Didirikan pada tahun 2019 oleh Vasanth Madhav Kamath dan Jeevan M, Hydrogreens merancang dan meluncurkan sistem pertanian vertikal berbiaya rendah dan terkendali iklim mikro dengan ‘rumah tanam’ yang berupaya membantu peternak sapi perah agar mudah dicerna, bebas pestisida, dan berprotein tinggi. pakan hijau untuk ternak mereka sambil memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun.

Tempat pakan ternak yang hemat air, dirancang sebagai tempat berdiri vertikal yang kompak, semakin populer di India karena fitur-fiturnya yang unik. Stasiun-stasiun ini memungkinkan penanaman yang dilindungi dan tidak dinodai, dan, hanya beroperasi dengan energi matahari, mampu berfungsi secara efektif di wilayah bersuhu tinggi seperti Rajasthan, yang dikenal karena iklimnya yang gersang, serta dalam kondisi dingin yang ekstrem, seperti wilayah dengan suhu nol derajat. dari Ladakh .

“Walaupun tempat pakan ternak tersebut tidak dapat sepenuhnya menutupi defisit hijauan, hal ini tentu dapat membantu para peternak sapi perah untuk mempertahankan masa ketika pakan hijauan atau jenis pakan apa pun tidak tersedia – terutama selama bulan-bulan musim panas atau di daerah kering karena tempat tersebut mudah dioperasikan dan membutuhkan lebih sedikit energi dan air,” kata Giridhar dari ICAR.

“Sapi saya tidak hanya menjadi lebih sehat, tetapi mereka juga menghasilkan satu liter susu ekstra setiap hari,” kata Pawar. Saat ini ia mengolah sekitar 16 kg pakan ternak, yang didistribusikan secara merata ke 32 pelat stasiun dalam satu batch. Ia memanfaatkan dua kilogram pakan segar ini setiap hari untuk memberi makan ternaknya. Hasilnya, setiap sapinya kini menghasilkan sembilan hingga sepuluh liter susu, peningkatan yang signifikan dari rata-rata sebelumnya yang hanya delapan liter.

“Saya membuat pakannya sendiri dan menggunakan bahan dasar yang tidak mengandung pestisida. Saya tidak menyangka pakan ternak bisa dengan mudah didapat,” imbuhnya.

“Saya rasa apa yang telah kita lakukan adalah transisi dari satu dekade dimana eksperimen pertanian hanya dilakukan di laboratorium,” Kamath, salah satu pendiri Hydrogreens Agri Solutions, mengatakan kepada FairPlanet. “Kami berpikir untuk membiarkan para petani menggunakan tangan mereka pada hal-hal ilmiah dan teknis seperti ini.”

MELESTARIKAN LINGKUNGAN

Dari 80 juta peternak sapi perah di India, 70 persennya adalah perempuan yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk memetik jerami, memotong rumput, dan menyiapkan suplemen biji-bijian untuk ternak mereka.

Mamta Meena, seorang peternak sapi perah dari Kota di Rajasthan, berencana menjual tiga ekor sapinya, yang harga pakannya biasanya lebih mahal daripada pendapatan yang diperoleh dari hasil produksinya.

“Saya harus pergi ke pasar kota hampir setiap akhir pekan untuk membeli gandum dan oat,” Meena, 42 tahun, mengatakan kepada FairPlanet. “Selain biaya yang biasa saya keluarkan untuk pakan ternak, ada juga biaya transportasi. Mungkin terdengar seperti biaya kecil, namun biaya ini menghalangi petani kecil seperti saya untuk bertani.”

Setelah mengetahui bahwa sekitar 25 keluarga di wilayahnya menggunakan Hydrogreens, Meena memutuskan untuk mendirikannya di tempatnya pada bulan Juni tahun ini. Rutinitasnya yang melelahkan dalam pengadaan pakan ternak kini telah disederhanakan secara signifikan.

Proses barunya melibatkan perendaman sekitar lima hingga sepuluh kilogram jagung dalam air selama 17 jam. Dia kemudian menyimpan jagung yang sudah direndam di dalam karung sampai bertunas, dan akhirnya memindahkan jagung yang sudah bertunas ke piring di dalam tempat pakan ternak. Setelah jangka waktu 7 hari, jagung yang bertunas menjadi pakan ternaknya.

“Saya hampir mengurangi separuh pembelian pakan saya dan sekarang berhasil menghemat ₹3000 (USD 37) setiap bulan,” kata Meena. “Proses ini tidak hanya memakan biaya lebih sedikit, namun juga memerlukan lebih sedikit air dan energi saat menyiapkan pakan.”

“Kami tidak hanya bertujuan menjadikan Hydrogreens sebagai alternatif yang menguntungkan bagi petani,” kata Kamath. “Tetapi karena setiap unit stasiun pakan ternak membantu menghemat 19.000 liter air serta mengurangi jejak karbon dalam pengadaan pakan, saya benar-benar merasa inisiatif seperti ini memungkinkan terjadinya hiperekonomi lokal sekaligus melestarikan lingkungan.”

Stasiun pakan ternak bertenaga surya Hydrogreens dirancang untuk meningkatkan produksi susu rata-rata dua liter. Empat tahun setelah diluncurkan, sistem budidaya pakan ternak yang hemat sumber daya ini memiliki lebih dari 500 pengguna di seluruh negeri.

Produksi Susu Sapi Terbaik Ada Diindia

Produksi Susu Sapi Terbaik Ada Diindia

Henschelsindianmuseumandtroutfarm.com – Populasi di India, konsumen dan produsen susu terbesar di dunia, termasuk susu kerbau, diperkirakan akan bertambah sebesar 272 juta orang pada tahun 2050. Namun, masih belum jelas apakah industri susu di negara tersebut akan mampu memenuhi permintaan susu dan produk susu yang terus meningkat. produk, atau apakah produksinya akan melebihi kebutuhan dalam negeri.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2019, India dapat menggantikan Tiongkok sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia pada tahun 2027 dan tetap berada di posisi tersebut hingga akhir abad ini. Pada tahun 2019, perekonomian India melampaui Inggris dan Perancis sebagai negara terbesar kelima di dunia, dengan PDB sebesar $2,94 triliun.

“Setelah mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan dalam beberapa tahun terakhir, India siap untuk mengkonsolidasikan posisinya sebagai produsen dan konsumen susu terbesar di dunia,” kata Monica Ganley, analis Daily Dairy Report dan pimpinan Quarterra, sebuah perusahaan konsultan pertanian di Buenos Aries.

Menurut laporan Jaringan Informasi Pertanian Global USDA baru-baru ini, produksi susu India diperkirakan tumbuh 2,2% pada tahun 2021 hingga mencapai total 199 juta metrik ton (MMT). USDA memperkirakan output akan meningkat 2,3% lagi tahun depan. Selama dekade berikutnya, USDA memproyeksikan produksi susu India akan meningkat lagi sebesar 130 MMT.

Meskipun sebagian besar produksi susu India bersumber dari kerbau, porsi susu sapi justru meningkat, kata Ganley. Pada tahun 2021, ia mengatakan susu sapi akan menyumbang 48,2% dari total produksi susu negara.

“Peternakan sapi perah kecil di negara ini umumnya lebih memilih susu kerbau karena susunya lebih tinggi lemaknya dan umumnya lebih tahan terhadap iklim dibandingkan sapi Holstein dan sapi perah tradisional lainnya,” kata Ganley. “Selain itu, kerbau dapat disembelih, sehingga memberikan sumber pendapatan tambahan bagi produsen di India, sementara penyembelihan sapi perah dilarang di sebagian besar wilayah India karena alasan agama.”

Hampir seluruh susu yang diproduksi di India dikonsumsi di dalam negeri, dan hanya sejumlah kecil produk yang dikirim ke pasar ekspor, kata Ganley. Lebih dari separuh produksi susu India diproses secara formal, sedangkan 48% sisanya dikonsumsi di peternakan atau dijual melalui jalur informal.

Produk-produk susu, khususnya yogurt, keju, dan ghee, dianggap sebagai makanan pokok di India, di mana sejumlah besar vegetarian bergantung pada produk susu sebagai sumber protein utama dalam makanan mereka, kata Ganley. Pertumbuhan populasi di India dan banyaknya konsumen muda yang cenderung menyukai produk susu menjadi pertanda baik bagi masa depan konsumsi susu. Namun, karena produksi susu juga diperkirakan akan meningkat, masih belum pasti apakah pertumbuhan produksi akan berada di bawah atau melebihi peningkatan permintaan

“Konsumsi susu per kapita India sebesar 0,9 lbs. per hari sudah diyakini melebihi rata-rata dunia sebesar 33%. Oleh karena itu, jika produksi susu meningkat secara signifikan di tahun-tahun mendatang dan pertumbuhan permintaan tidak dapat mengimbanginya, India akan segera beralih ke pasar global untuk mengurangi kelebihan produksi,” kata Ganley.

India Adalah Pengekspor Sapi Terbesar Di Dunia

India Adalah Pengekspor Sapi Terbesar Di Dunia

Henschelsindianmuseumandtroutfarm.com – India tidak hanya dikenal dengan budaya dan sejarahnya yang kaya, tetapi juga memiliki peran yang signifikan sebagai pengekspor sapi terbesar di dunia. Berikut adalah beberapa fakta menarik terkait dengan posisi India dalam perdagangan sapi:

1. Jumlah Sapi yang Luar Biasa:

India memiliki populasi sapi yang sangat besar, menyumbang lebih dari 30% populasi sapi dunia. Kombinasi dari berbagai ras sapi seperti Zebu membuat India menjadi pemilik sekitar 300 juta sapi.

2. Pemimpin Ekspor Daging Sapi:

India adalah pemimpin global dalam ekspor daging sapi. Negara ini mendominasi pasar internasional dengan mengirimkan sejumlah besar daging sapi dan produk daging sapi ke berbagai negara.

3. Dominasi dalam Pasar Kulit Sapi:

Selain daging, India juga menjadi pemimpin dalam ekspor kulit sapi. Kulit sapi India sangat dicari untuk industri kulit, dan negara ini memainkan peran utama dalam pasokan global.

4. Peran Penting dalam Ekonomi Peternakan:

Peternakan sapi memiliki peran penting dalam ekonomi India. Selain memberikan daging dan kulit, sapi juga memberikan susu yang menjadi sumber protein penting bagi masyarakat.

5. Ras Sapi Zebu yang Unggul:

Ras sapi Zebu, yang dapat ditemui di seluruh India, memiliki adaptasi yang baik terhadap iklim panas dan kondisi lingkungan yang beragam. Keunggulannya ini membuatnya menjadi pilihan utama dalam peternakan sapi.

6. Tantangan Kesejahteraan Hewan:

Meskipun India memiliki posisi dominan dalam perdagangan sapi, ada juga tantangan seputar kesejahteraan hewan dan perlindungan hak hewan. Beberapa organisasi berkomitmen untuk memastikan perlakuan yang etis terhadap sapi.

7. Nilai Penting Budaya dan Keagamaan:

Sapi di India memiliki nilai budaya dan keagamaan yang tinggi, terutama dalam agama Hindu. Keberadaannya dianggap suci dan dihormati, sehingga kebijakan terkait pemeliharaan dan perlindungan menjadi perhatian utama.

8. Diversifikasi Produk Sapi:

Selain daging dan kulit, India juga mengekspor produk lain dari sapi, seperti gelatin, serat, dan produk farmasi yang terbuat dari bahan baku sapi.

9. Peran Petani dan Peternak:

Petani dan peternak di India memainkan peran kunci dalam industri sapi. Sistem peternakan pedesaan masih sangat relevan, dan banyak peternak yang bergantung pada sapi sebagai sumber pendapatan.

MDP